hitcounter
Tuesday , May 21 2024

Ajak Masyarakat Ngemil Lebih Bijak, Mondelez Indonesia Tambahkan Panduan #NgemilBijak Pada Kemasan Produk

Jakarta, Vakansi — Mondelez Indonesia ajak lebih banyak orang untuk menerapkan kebiasaan ngemil lebih bijak melalui kampanye #NgemilBijak dan secara bertahap menyematkan panduan #NgemilBijak (mindful snacking) pada setiap kemasan produknya seperti OREO, Cadbury, dan Biskuat, Pertama kalinya di Indonesia, panduan #NgemilBijak (mindful snacking) ini merupakan ilustrasi tambahan yang memperjelas informasi konsumsi produk sesuai takaran saji sehingga memudahkan masyarakat dalam menerapkan kebiasaan ngemil yang lebih bijak.

Khrisma Fitriasari, Head of Corporate and Government Affairs Mondelez Indonesia menjelaskan penambahan panduan pada kemasan ini merupakan bagian dari kampanye #NgemilBijak (mindful snacking) dari Mondelez  International. “Di Indonesia, kampanye #NgemilBijak hadir sejak 2017 untuk mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam ngemil, sehingga bisa mendapatkan kebaikan manfaat dari camilan, baik untuk tubuh maupun pikiran,” ujarnya.

Panduan #NgemilBijak (mindful snacking) pada kemasan produk Mondelez Indonesia ini merupakan tambahan informasi untuk mendukung tabel Guideline Daily Amount (GDA) yang berisi informasi nilai gizi dan kalori berdasarkan peraturan Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM).

“Mondelez Indonesia berharap bisa memperkaya isi label pangan pada kemasan yang sebelumnya telah diatur oleh Badan POM, sehingga masyarakat menjadi lebih mudah memahami takaran saji produk yang mereka konsumsi,” tambah Khrisma.

Badan POM menyampaikan dukungan serta apresiasinya atas komitmen berkelanjutan yang telah dilakukan Mondelez Indonesia dalam mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi camilan dengan lebih bijak. Kampanye #NgemilBijak ini juga sejalan dengan program Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), khususnya terkait dengan upaya mendorong masyarakat untuk membaca label pangan olahan pada kemasan, serta memahami isi dari label pangan olahan tersebut.

Lebih dari sekadar makanan ringan di sela waktu menu utama, peran dan makna camilan bagi masyarakat Indonesia terus berkembang. Survei The State of Snacking Mondelez International mengungkap bahwa 93% masyarakat Indonesia mencari camilan untuk meningkatkan kesehatan mental. Selain itu, 72% responden juga mengatakan bahwa motivasi utama mereka dalam memilih camilan adalah sebagai hadiah untuk diri mereka sendiri (self-reward).

Bahkan, kegiatan ngemil dianggap sebagai waktu untuk melepaskan diri dari beban mental yang mengelilingi setiap hari. Mengingat pentingnya peran camilan dalam kehidupan masyakarat, menjadi penting untuk tetap mengatur pola konsumsi, agar tidak terjebak pada kebiasaan ngemil berlebih yang rentan akan dampak negatif untuk tubuh dan pikiran.

Tara De Thouars selaku Psikolog Klinis menjelaskan, dari sisi biologis, perilaku makan atau ngemil juga telah terbukti dapat menyalakan reward system di otak yang menghasilkan feel good hormone (dopamine).

“Lebih bijak dalam ngemil menekankan kepada kesadaran akan camilan yang dikonsumsi, alasan mengapa kita ngemil, dan bagaimana kesan yang didapatkan dari aktivitas ngemil. Lebih bijak dalam ngemil merupakan langkah tepat untuk mendapatkan kepuasan akan kebutuhan tubuh dan pikiran sehingga tidak menimbulkan penyesalan setelahnya,” jelas Tara.

Kebiasaan ngemil lebih bijak dapat dilakukan dengan cara: 1)Kenali isyarat tubuh yang membuat ingin ngemil, misalnya apakah karena lapar apakah perlu ngemil untuk mengembalikan mood. 2)Pilih camilan sesuai isyarat tubuh dan sesuaikan porsinya dengan panduan di kemasan. 3)Nikmati camilan dengan memaksimalkan seluruh panca indera, sehingga dapat mengenali isyarat tubuh, kapan harus berhenti. Oleh karenanya, sebaiknya ngemil tidak dilakukan sembari berkegiatan lain.

Terkait dengan kebiasaan ngemil berlebih, Tara menambahkan, kebiasaan ngemil berlebih biasanya dipicu oleh rasa bosan atau kondisi emosi tidak stabil, yang lebih dikenal dengan sebutan emotional eating.

“Saat tekanan emosional hadir, tubuh  seolah memberikan sinyal yang sama seperti rasa lapar fisik. Namun, dorongan tersebut tidak akan terpuaskan dengan makanan sehingga bisa membuat tubuh kelebihan asupan. Terlebih sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadan, di mana kebiasaan ngemil berlebih rentan terjadi saat momen berbuka puasa. Kebiasaan ngemil bisa jadi solusi untuk memenuhi kebutuhan kalori harian dan menjaga stabilitas dari metabolisme tubuh selama menjalani puasa, asal dilakukan dengan lebih bijak,” terangnya.

About Pasha

Check Also

Manjakan Diri di Musim yang Baru, Godiva Hadirkan Delight Spring Box dan Soft Serve yang Tak Tertandingi

Jakarta, Vakansi – Godiva, pemasok coklat premium terkenal, mengumumkan peluncuran dua suguhan menggoda untuk mempermanis …

Leave a Reply