hitcounter
Monday , March 30 2020
Home / Berita Wisata / Adonta Education, Membuka Perspektif dengan Perjalanan Edukasi

Adonta Education, Membuka Perspektif dengan Perjalanan Edukasi

Tiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda untuk mempersiapkan masa depan generasi penerus bangsanya. Jepang, misalnya, yang menggunakan basis teknologi dan riset dalam mengaplikasikan metode pembelajaran.

Namun tidak semua sistem pendidikan luar negeri cocok dengan karakter budaya Indonesia. Namun pengalaman belajar di luar negeri bakal memberikan perspektif baru dalam melihat sesuatu hal, sehingga pandangan pelajar akan lebih luas. Tak hanya itu, pelajar akan mampu berpikir out of the box, berbeda dengan pola pemikirian orang Indonesia pada umumnya.

Berbekal keyakinan tersebut, Adonta Education menawarkan perjalanan pendidikan yang memberikan pengalaman belajar di luar negeri yang dibungkus dalam program Academic Immersion ke beberapa destinasi di luar negeri. Seperti Australia, New Zealand, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Jepang, Korea, Kanada, China, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Thailand.  Program Academic Immersion ini biasanya dijalankan selama 1 – 2 minggu.

Berbeda dengan kebanyakan study tour provider lain lebih condong ke lebih banyak porsi liburan dari pada pembelajarannya sendiri, Adonta Education memberikan program Academic Immersion dengan konten akademis hamper 70% untuk memberikan pengalaman nyata bagi para murid peserta program untuk merasakan sistem pendidikan di negara tujuan, serta mengikuti kegiatan pendukung pendidikan lain yang ada di sekolah / universitas di luar negeri.

Menurut Donny D, Founder & CEO Adonta Education, ide program ini hadir dari masalah yang ditemui dan  melihat pendidikan di Indonesia belum secara optimal menumbuhkan potensi manusia secara utuh dalam berbagai aspek perkembangan, serta kurangnya perspektif global dalam materi pendidikan formal yang ada di Indonesia.

Untuk itulah ia berkeinginan memberikan perspektif global kepada pelajar dengan merasakan langsung pengalaman cara belajar mengajar di negara lain. Harapannya, pelajar jadi percaya diri untuk berkomunikasi secara global, merangsang inovasi, mendorong analisa kritis, dan mampu berfikir secara strategis untuk merencanakan sesuatu maupun mengatasi masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

“Lewat program ini kami berharap pelajar dan pengajar bisa mengambil nilai positif dari pengalaman belajar di luar negeri, meskipun dilakukan dalam jangka waktu yang cukup singkat semoga pengalaman tersebut dapat dipakai untuk meningkatkan mutu kegiatan belajar dan mengajar di Indonesia. Sebagai tambahan, pengalaman yang didapat selama program ini dapat membuka mata kita semua termasuk pembuat kebijakan sistem pendidikan di Indonesia,  bahwa sekolah atau kuliah di luar negeri bukan lagi suatu keharusan, karena apa yang dapat kita pelajari di luar mungkin dapat diterapkan di Indonesia untuk meningkat standar mutu pendidikan Indonesia yang bisa diakui secara international,” kata Donny, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima vakansi.

Donny melanjutkan, sebenarnya tidak ada batasan jumlah peserta di dalam satu perjalanan Academic Immersion ini, namun kami berusaha jumlah peserta di dalamsetiap kelompok yang berangkat, tidak lebih dari 30 peserta. Apabila ada satu kelompok / grup yang terdiri lebih dari 30 peserta, biasanya akan dipecah menjadi dua kelompok / grup.

Adonta Education ingin memberikan kondisi belajar yang optimal, perhatian yang lebih personal kepada setiap pelajar yang menjadi peserta program Academic Immersion ini serta pengalaman EFFECTIVE AND EFFICIENT LEARNING ENVIRONMENT bagi tenaga pengajar / guru yang ikut mendampingi setiap kelompok / grup,” tambah Donny.

 

 

About Pasha

Check Also

Bioskop Misbar Jadi Ruang Kreatif Komunitas di Purbalingga Jateng

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menghadirkan Bioskop Misbar sebagai ruang kreatif …

Leave a Reply