hitcounter
Sunday , November 28 2021

Adaptasi UMKM ke Arah Digital

Pandemi disebut sebagai masa sulit bagi para pelaku bisnis kecil maupun menengah, namun berkat adaptasi perkembangan zaman dan penggunaan sistem online dengan digital semua dapat teratasi.

“Jutaan UMKM telah merambah ekosistem digital selama pandemi. Totalnya kini lebih dari 64 juta UMKM telah bergabung di marketplace keseluruhan,” kata Irma Nawangwulan Kepala Program Studi Business & Management St.Gabriel’s Pre University saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, Rabu (24/11/2021).

Para pelaku UMKM bisa bertahan di kala pandemi karena adaptasi ke digital, salah satunya dengan bergabung di marketplace.
Melihat dampak positifnya, para UMKM yang belum bergabung pun diajak untuk bisa go digital. Tapi tentunya perlu ada persiapan sebelum UMKM masuk ke marketplace.

Di antaranya hindari kurang persiapan, belum paham mengenai cara mengikuti berbagai promo di marketplace, serta tidak tahu cara merawat toko dengan menjalin dan berkomunikasi baik kepada pelanggan. Sebaiknya juga, jangan langsung bergabung di banyak marketplace sewaktu merintis, akan lebih baik jika belajar dulu cara mengelola toko.

Para pelaku UMKM yang bergabung di marketplace pun akan memperoleh berbagai keuntungan. Seperti tidak perlu bayar uang sewa toko dan memiliki jangkauan lebih luas. Marketplace pun menjadi cara bertahan selama pandemi. Hasil survey KIC Katadata menyebutkan 77% UMKM terbantu dari marketplace dalam memasarkan produk sehingga bisa bertahan dan berjualan di masa pandemi. Dengan bergabung di marketplace pelaku UMKM juga bisa memperluas jaringan bisnis. Tak hanya di satu kota, bahkan bisa menjangkau seluruh Indonesia.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Alda Dina, Bangun Guru SD Cahaya Bangsa Kota Baru Parahyangan, Roky R. Tampubolon, seorang Praktisi Hukum, Ninik Rahayu, Tenaga Profesional Lemhamnas RI 2021, dan Bianca Utaya, Creative Director of Murni Sarana Cargotama.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply