hitcounter
Monday , September 20 2021

6 Tips Aman Berkomunikasi dan Berbahasa di Ruang Digital

Dunia telah mengalami transformasi besar-besaran dari sesuatu yang bersifat konvensional ke sumber digital, dunia digital pun akhirnya ikut memengaruhi seluruh sektor kehidupan. Akses untuk ke sumber digital di seluruh dunia pun begitu mudah, tapi sayang dari sisi akurasi dunia digital saat ini masih patut dipertanyakan.

Potensi komunikasi di dunia digital sangat besar, dan interaksi di media digital saat ini sudah menjadi sumber kebutuhan informasi. Selain itu interaksi dalam budaya digital yang memungkinkan pengguna memproduksi langsung teks, sehingga budaya digital dapat dianggap sebagai budaya teks yang berkesinambungan.

Sementara komunikasi digital yang bebas membuat produksi dan distribusi konten tidak mudah untuk dikontrol. Apalagi di segi tata bahasa yang baik dan sopan dengan etika, padahal bahasa merupakan jati diri bangsa dan merupakan bagian dari budaya nasional.

“Mau di media digital atau di keseharian semua orang itu penting berbahasa yang baik, penting bertutur kata yang sopan dan ramah,” kata Kalarensi Naibaho, Koordinaror Layanan Perpustakaan Universitas Indonesia, saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, Senin (23/8/2021).

Bahasa adalah bentuk ekspresi diri, bukan hanya sekadar alat komunikasi tapi juga bentuk adaptasi integrasi, serta alat kontrol sosial sehingga bahasa merupakan karakter dan mencerminkan pribadi seseorang. Kalarensi memberikan tips aman berbahasa dan berkomunikasi di media digital, di antaranya:

1.Diksi

Pilih kata tepat sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Hindari kalimat ambigu.

2.Efektif

Gunakan kalimat efektif dan positif, sistematis, mengalir, dan mudah dipahami.

3.Gaya bahasa majas

Perhatikan gaya bahasa yang digunakan (itoni, sarkasme, satire, sinisme).

4.Tanda baca, ejaan

Gunakan tanda baca sesuai fungsinya. Pastikan ejaan tepat, tidak ada typo, dan gunakan huruf kapital pada tempatnya.

5.Kutipan

Cantumkan sumber informasi jika menggunakan pendapat orang lain.

6.Emoticon

Emoticon dan stiker sebagai pengganti bahasa tubuh, gunakan dengan tepat.

Webinar Literasi Digital di Kota Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Rizky Alliya, Instruktur Edukasi4ID, Lailatul Isnaeni, Staff Pengajar SMK PGRI 3 Bogor dan Nahar Suparman, Guru di SMK PGRI 3 Bogor.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply