hitcounter
Sunday , November 28 2021

5 Aturan Bermedia Sosial yang Produktif dan Positif

Studi Digital Civility Index (DCI) 2020 oleh Microsoft, menyebutkan Netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Survei tersebut juga mengatakan beberapa hal yang mengidentifikasi menjadi ancaman media sosial di Indonesia yaitu 47% terkait hoaks dan penipuan, 27% ujaran kebencian, dan 13% untuk diskriminasi.

“Berinteraksi dan berkolaborasi di ruang digital haruslah sesuai etika,” kata Irma Nawangwulan seorang Dosen di IULI, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat,  pada Rabu (13/10/2021).

Lebih lanjutdia pun memberikan beberapa aturan untuk berinteraksi dan berkolaborasisesuaietik di ruang digital, antara lain:

1.Bahasa yang sopan: setiap orang harus tahu kepada siapa dia berkolaborasi. Gunakan bahasa sopan kepada siapa pun yang mengajak untuk berkolaborasi.

2. Bijak dalam menyebarkan informasi: jangan asal menyebarkan informasi, namun saring sebelum sharing ibaratminum kopi.

3. Buat konten daripada komen: dari pada hanya sebagai penonton, sebaiknya ikutlah mulai produktif dengan membuat konten positif dan bermanfaat untuk audiens.

4. Belajar menghargai orang lain: setiap pengguna di internet juga manusia seperti di kehidupan nyata yang memiliki perasaan. Hargai juga karya orang lain dengan mencantumkan sumber jika mengutip sesuatu atau menggunakan gambar/foto orang lain. Sebab bila ketahuan menjiplak karya orang lain maka reputasi akan terancam.

5. Bertanya pada diri sendiri: apakah isi konte nmaupun sesuatu yang akan dibagikan termasuk positif? Lalu siapa saja yang diijinkan untuk melihatnya.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakanolehKementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula narasumberseperti Henry V. Herlambang, CMO Kadobox, Intan Maharani, COO PositiVibe, NandyaSatyaguna, seorang Medical Doctor dan Nimas Pertiwi, seorang Model.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply