hitcounter
Friday , September 17 2021

4 Bahaya Jika Data Pribadi Bocor

Di era yang serba memanfaatkan internet dan bergantung pada teknologi untuk memudahkan kehidupan, terdapat ancaman keamanan data pribadi yang jika disalahgunakan memiliki dampak terhadap pemilik data pribadi. Data pribadi sendiri merupakan identitas seseorang berupa KTP, nomor telepon, alamat rumah, email, hingga data terkait kesehatan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Eko Ariesta, Founder & CEO Enterpro.id, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Sabtu (11/9/2021) mengungkapkan 4 bahaya jika data pribadi bocor, antara lain:

1.Kriminal

Data kriminal yang digunakan pelaku untuk melakukan aktifitas kriminal atau saat ditangkap misalnya penyelundupan narkoba, aksi teror, alibi pembunuhan, dan masih banyak lagi. Pengalahgunaan data pribadi ini akan membuat seseorang yang bukan pelaku kemudian dipakai identitasnya untuk tindakan kriminal.

2.Penyamaran

Data pribadi korban oleh pelaku dijadikan sebagai identitas barunya. Misalnya imigran gelap, mata-mata, dan untuk pencemaran nama baik.

3.Finansial

Data korban digunakan pelaku untuk menguras keuangan korban atau relasi korban. Contohnya pencurian kartu kredit, untuk mengambil kredit, penipuan, hingga pemerasan.

4.Medis

Data korban digunakan pelaku untuk keperluan medis. Misalnya untuk pemalsuan hasil tes laboratorium, apalagi selama Pandemi Covid-19 pemerintah mewajibkan untuk melakukan tes. Termasuk sertifikat vaksin yang bisa disalahgunakan, hingga akhirnya pemerintah merespons dengan aplikasi PeduliLindungi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana, seorang Graphic Designer, Goretti Meiliani, Project & Planning Section Head Binus Group dan Dessy Natalia, Assisten Lecture & Industrial Placement Staff UBM.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply