hitcounter
Monday , July 26 2021

2 Kuliner Langka Khas Bulan Ramadan

Tak bisa dimungkiri, bulan Ramadan selalu menimbulkan kerinduan yang mendalam bagi umat Muslim di Indonesia. Bahkan masyarakat di setiap daerah memiliki caranya masing-masing untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Termasuk untuk urusan kulinernya.

Selain kolak dan es timun suri atau blewah, bulan Ramadan adalah momentum untuk berburu kuliner khas yang unik. Alhasil tidak sedikit orang yang rela menyempatkan waktu untuk berburu makanan tradisional khas Ramadan yang tergolong langka.

Faktor langka inilah yang terkadang menjadi tantangan sekaligus kendala, bagi masyarakat untuk menikmati hidangan khas bulan Ramadan. Terlebih pandemi Covid-19 membuat ruang gerak menjadi terbatas.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan pentingnya digitalisasi bagi pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di sektor kuliner guna memperluas cakupan pemasaran produknya.

“Ada program ‘Ada di Warung’ untuk membantu rantai distribusi produk ekonomi kreatif dengan menyalurkan produk kuliner ke dalam jaringan warung-warung dan toko kelontong di Indonesia,” ujar Menparekraf Sandiaga, beberapa waktu lalu.

Tentunya digitalisasi di sektor kuliner untuk memperluas cakupan pemasaran produk, membuat rasa #BanggaBuatanIndonesia menjadi bertambah. Tak hanya memudahkan calon pelanggan untuk mencari produk kesayangan saja, tapi kesempatan untuk dilihat secara global juga terbuka luas. 

Berikut adalah segelintir kuliner unik yang cukup langka, dan biasanya hanya ditemui ketika Ramadan: Lemang

Makanan ini sering dijuluki lontong khas Sumatera karena bentuknya yang lonjong, dan bagian dalamnya putih. Padahal bahan dasar lemang adalah beras ketan yang sangat pulen, sehhingga sensasi menyantapnya jauh berbeda dengan lontong.

Soto Pangkong

Soto Pangkong biasa dikonsumsi warga Pontianak saat Ramadan. Keunikan makanan ini adalah daging dalam soto bukan menggunakan daging sapi, melainkan cumi kering yang dibakar kemudian dipukul- pukul hingga daging menjadi empuk.

Asida

Asida merupakan makanan tradisional dari Maluku yang mudah dijumpai saat bulan Ramadan. Makanan ini terbuat dari tepung terigu, gula merah, kapulaga, daun pandan dan kayu manis. Tekstur Asida kenyal layaknya dodol.

Agar tetap aman selama berburu kuliner langka khas Ramadan, jangan lalai untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan

About Pasha

Check Also

Kafe Betawi Jaga dan Lestarikan Tradisi Betawi Melalui Ragam Kuliner Khas

Beberapa saat yang lalu, ibu kota Jakarta merayakan hari jadinya yang ke-494. Dari beberapa hal …

Leave a Reply