hitcounter
Saturday , June 19 2021

Accor Perkuat Komitmen Pada Pemulihan Pariwisata

Hotel-hotel Accor di wilayah Solo, DI Yogyakarta dan Semarang pada (07/05) bertempat di Novotel Solo, mewakili jaringan hotel-hotel Accor di Indonesia meluncurkan fasilitas GeNose C19 serta menyuguhkan penawaran Rediscover Indonesia.

Hal ini merupakan langkah-langkah konkret Accor, grup perhotelan yang telah hadir selama lebih dari 25 tahun di Indonesia untuk memperkuat komitmennya pada pemulihan pariwisata serta terus mendukung gerakan nasional #BanggaBuatanIndonesia #BanggaBerwisataDiIndonesia #DiIndonesiaAja.

Garth Simmons, Chief Executive Officer, Accor Southeast Asia, Japan and South Korea menyampaikan, segala upaya dilakukan untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam kebijakannya menjaga sektor pariwisata. Pihaknya antusias untuk mendukung pengenalan GeNose C19, sebuah inovasi yang diharapkan membantu membatasi penyebaran virus Covid-19 selanjutnya mendorong pemulihan pariwisata di Indonesia. Accor saat ini mengoperasikan lebih dari 130 hotel di Indonesia dan berupaya untuk menjadikan setiap hotel tempat yang aman bagi para tamu dengan memperkenalkan dan menerapkan teknologi inovatif untuk membuat perjalanan dan aktivitas lebih efisien dan nyaman.

“Inovasi ini sejalan dengan upaya Accor dalam mengedepankan protokol kesehatan yang pada masa ini menjadi semakin penting, dan selalu memprioritaskan keselamatan tamu, mitra, dan anggota tim, serta di saat bersamaan memberikan dukungan pada gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). Fasilitas GeNose yang tersedia di hotel merupakan sinergi yang baik dengan penerapan ALLSAFE, protokol kebersihan dan pencegahan dari global Accor yang dijalankan bersama dengan pedoman CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) yang bersertifikat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata Garth, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima vakansi. 

Garth menambahkan, dukungan pada #BanggaBuatanIndonesia #BanggaBerwisataDiIndonesia #DiIndonesiaAja kami kemas melalui penawaran Rediscover Indonesia yang hadir sepanjang tahun di hotel-hotel dengan menggandeng para pelaku UMKM melalui pemanfaatan dan promosi  produk dan jasa yang telah dikurasi sehingga turut membantu perekonomian mereka.

Rediscover Indonesia melalui empat pilar: destinasi, kuliner, seni dan budaya, dan kebugaran menawarkan para tamu pengalaman menginap sambil menikmati pesona seni dan budaya, kelezatan kuliner Nusantara, keindahan alam destinasi, dan fasilitas yang menunjang kebugaran.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyampaikan, harus terus optimis bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pasti akan segera pulih dan bangkit kembali. Salah satu cara untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah dengan menetapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dalam operasional usaha sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan.

“Kemenparekraf telah menerbitkan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability). Protokol ini dituangkan dalam berbagai panduan salah satunya protokol CHSE di hotel yang diharapkan dapat diterapkan secara maksimal oleh para pelaku usaha hotel,” ungkap Sandiaga.

Lanjut Sandiaga menambahkan, hasil kreatifitas dan inovasi yang patut kita banggakan dan dukung adalah electronic nose Covid19 atau GeNose C19 sebagai alat pendeteksi Covid-19 pertama buatan Indonesia berbasis hembusan napas karya tim peneliti Universitas Gajah Mada. GeNose tentu mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ke depannya.

“Saya ucapkan selamat atas peluncuran Rediscover Indonesia oleh Accor grup yang merupakan bentuk dukungan pada program pemerintah #DiIndonesiaAja dan #BanggaBuatanIndonesia. Semoga program ini dapat berjalan lancar dan mampu mendorong pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19,” tutup Sandiaga Salahuddin Uno.

Menurut Sapta Nirwandar, Chairman of Indonesia Tourism Forum dan Indonesia Halal Lifestyle Center, satu momen yang sangat baik, program Rediscover Indonesia, karena kita perlu selalu aktif membuat revive  lagi Indonesia sebagai destinasi, apalagi kita lihat Accor ini merupakan jaringan hotel yang ada di berbagai daerah di Indonesia, jadi dengan katakanlah Accor menjadi prime offer-nya, tentunya akan juga mendorong hotel-hotel lain dan sektor-sektor pariwisata yang ada di daerah itu.

Sapta Nirwandar menambahkan, pariwisata dasarnya adalah perjalanan atau traveling dan yang menjadi kebutuhan dasar pariwisata adalah rasa aman lalu berikutnya nyaman. Penerapan testing sebagai bagian dari 3T (Testing, Tracing , Treatment) untuk mengetahui apakah orang membawa virus atau tidak menjadi bagian penting untuk orang merasa aman dan nyaman dalam satu perjalanan atau satu pertemuan.

“Dengan hadirnya GeNose produksi dalam negeri ini tentunya sangat membantu, sehingga kalo testing dilakukan lebih banyak, lebih masif lagi, kita lebih mudah untuk adakan pertemuan atau perjalanan. Menurut saya testing secara masif perlu, untuk yang menerima alias hospitality industrynya, hotel, restoran, pegawai dan seterusnya dan juga yang berkunjung sehingga self responsibility ini akan memberikan kenyamanan bagi industri pariwisata.  Jadi yang datang sudah di tes negatif dan yang melayani juga dapat dites setiap hari. Tantangannya sekarang adalah nampaknya permintaan banyak sekali akan GeNose, tolong produksinya ditambah sehingga dapat dilakukan testing yang lebih masif. Selamat buat Accor grup! Mudah-mudahan melalui program Rediscover Indonesia Accor senantiasa menjadi tulang pungung bagi pariwisata nasional kita,” ungkap Sapta Nirwandar.

Eko Fajar Nur Prasetyo, Ketua Konsorsium Produksi GeNose C19 secara virtual mempresentasikan mengenai penerapan GeNose C19 di masyarakat termasuk di lingkungan hotel. Eko Fajar Nur Prasetyo menyampaikan, “GeNose C19 adalah pengendus elektronik cepat berbiaya rendah dengan sensitivitas tinggi. Ketika membuat Genose kami memiliki 5 sasaran yaitu alat pendeteksi pengidap Covid-19 yang; akurat, cepat,aman,biaya rendah, dan skalable.

Eko menyampaikan tantangan saat ini adalah GeNose masih langka karena produksi yang masih terbatas yaitu hanya 2.000 unit per bulan. Tapi mungkin bulan Juli nanti bisa memproduksi 5.000 – 10.000 unit per bulan.

“Aplikasi GeNose sebagai alat filtering/skrining yaitu sebagai deteksi dini, mengurangi tekanan ke fasilitas kesehatan dan membuka kegiatan ekonomi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. GeNose cocok untuk mengetahui dan memantau penyebaran Covid-19 melalui skrining masif per daerah, fasilitas kesehatan, fasilitas umum, tempat keramain, dan komunitas, ” tambah Eko

About Pasha

Check Also

Hotel Dafam Pekanbaru Hadirkan Paket SOJU

Tidak mau ketinggalan Hotel Dafam Pekanbaru menawarkan harga kamar istimewa untuk bulan Juni ini , …

Leave a Reply