hitcounter
Saturday , July 13 2024

12 Cara Mencegah dan Menangani Cybercrime yang Semakin Merajalela

Mungkin banyak di antara kita yang belum sadar, tapi, pelaku kejahatan dunia maya selalu mengincar calon korbannya. Termasuk mereka yang kelihatannya aman-aman saja ketika duduk di sofa ruangan. Karena, cybercrime nggak mengenal tempat dan waktu.

Hal itu dijelaskan, Arbai Wiradinanda, Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Kabupaten Sampang, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Kamis (21/10/2021).

Lanjutnya, seluruh belahan dunia, terdapat 10 sampai 15 kasus cybercrime setiap detiknya. Sungguh mengerikan, terlebih jika itu terjadi pada diri sendiri dan pelaku mencuri data atau aset penting untuk disalahgunakan. “Maka dari itu, perlu penanganan yang tepat untuk mencegah cybercrime terjadi pada pribadi,” paparnya.

Berikut ini langkah sederhana untuk menghindari dan menangani kejahatan di dunia maya:

  1. Lindungi gadget, komputer atau perangkat lain yang digunakan

Lindungilah gadget atau perangkat lain yang ada, baik itu perlindungan untuk akses atau perlindungan terhadap data. Sehingga, orang lain nggak sewenang-wenang menggunakan dan melakukan hal-hal yang nggak kita sukai.

  1. Jangan gunakan software bajakan

Gunakanlah peranti lunak resmi. Pasalnya, banyak malware yang tertanam dalam aplikasi bajakan. Karena itu, rekomendasinya adalah bermigrasi menggunakan aplikasi open source yang gratis supaya terhindar dari malware atau spyware. Karena, biasanya yang nggak open source banyak yang bayar. Mengingat, orang Indonesia enggan keluar duit untuk beli software asli dan lebih memilih bajakan.

  1. Pasang perangkat lunak keamanan yang up to date

Penting untuk perangkat lunak keamanan selalu terbarui. Hal itu akan memberikan redefinisi ancaman kejahatan siber dan virus yang belum terdeteksi dalam versi security software sebelumnya.

  1. Menggunakan data encryption

Misalnya, seperti Wi-Fi Protected Access 2 (WPA2) dan lain-lain pada jaringan lokal seperti LAN atau nirkabel di kantor atau rumah, sehingga komunikasi teks yang jelas nggak bisa disadap dan bisa mencegah akses yang tidak sah.

  1. Selalu miliki sikap waspada

Waspada itu sangat perlu! Jangan langsung percaya dengan setiap email, telepon, website dan segala iklan yang bertebaran di internet. Memang kejahatannya dilakukan di dunia maya, tapi, di dunia nyata semua akibatnya tidak bisa di putar balik.

  1. Selalu periksa data bank dan data kartu kredit secara teratur

Sekarang ini, banyak data transaksi bank dikirim melalui email. Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk memeriksa transaksi secara teratur. Ini dilakukan supaya bisa dengan cepat mengetahui apakah ada transaksi yang tidak benar. Jika menggunakan kartu kredit, bisa langsung menghubungi bank dan memblokirnya. Bisa juga mengajukan keluhan kepada bank supaya transaksi dibatalkan.

  1. Rajin mengganti kata sandi

Jangan malas untuk mengganti kata sandi akun-akun yang penting secara berkala. Tapi, pastikan untuk menggunakan kombinasi karakter huruf, angka dan atau simbol yang rumit supaya nggak mudah dijebol.

  1. Backup data-data secara rutin

Sebaiknya, pengguna memiliki salinan dokumen pribadi, baik itu dokumen seperti foto, musik, video atau yang lainnya. Ini dilakukan supaya data tetap selamat jika sewaktu-waktu ada pencurian data atau kesalahan dalam sistem perangkat yang digunakan.

  1. Jangan sembarang membagikan info pribadi

Jaga supaya informasi pribadi tidak jatuh ke tangan yang nakal dan salah. Jika tidak terlalu penting sekali, lebih baik jangan memasukkan data-data pribadi ke media sosial. Jika ingin membagikan, bagikan kepada orang terpercaya, jangan cuman orang terdekat saja. Karena, orang terdekat belum tentu orang terpercaya.

  1. Abaikan lampiran surat elektronik dan URL yang terindikasi mencurigakan

Selain mengabaikan lampiran email dan URL / alamat web yang mencurigakan, jangan hiraukan juga postingan-postingan aneh yang banyak bergentayangan di media sosial. Kecerobohan cuman akan merugikan diri-sendiri.

  1. Jangan langsung tergiur, gunakan waktu untuk berpikir panjang dan matang

Misal, ketika ada tawaran menarik berupa free merchandise atau online sale, jangan terburu-buru mengambil keputusan. Santai saja dan pelajari apa yang mereka tawarkan.

  1. Laporkan ke pihak yang berwenang

Faktanya, masih banyak kasus kejahatan siber yang tidak dilaporkan. Tapi, mulai sekarang jangan ragu untuk melaporkannya kepada pihak berwenang. Khususnya, untuk hal-hal yang berkaitan dengan eksploitasi seksual, pemerasan, penindasan dan pencurian identitas.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Kamis (21/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Ilzamudin (Ketua Cabang GMNI Sampang), Moh. Jufri (Founder Gubuk Inggris), Yudi Pasaribu (CEO Sadewa Technology Indonesia), dan Anjani Adyalaksmini, CMO at PT. Laksmindo Bahtera sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

MediaTek Berfokus pada AI untuk Kembangkan Teknologi Masa Depan

Jakarta, Vakansi – MediaTek mengungkapkan telah menjadi vendor cipset selular No. 1 dunia selama hampir …

Leave a Reply