hitcounter
Tuesday , April 16 2024
atraksi wisata
Gajah-gajah di Asia mengalami pelatihan yang kejam agar jinak untuk ditunggangi.

100 Perusahaan Travel Melarang Atraksi Wisata Gajah Tunggang

Lebih dari  100 perusahaan travel dari 12 negara bersatu untuk melarang atraksi wisata gajah tunggang di industri pariwisata seluruh dunia.

Kampanye oleh World Animal Protection—dulu bernama World Society for the Protection of Animals (WSPA)—ini telah mendapat dukungan dari perusahaan perjalanan seluruh dunia, termasuk grup perusahaan besar seperti The Travel Corporation, TUI, Thomas Cook, Intrepid Travel, Voyages Jules Verne, Helloworld, AAT Kings, Jetset Travel, Qantas Holidays, Scenic Tours, dan G Adventures.

Total ada 114 perusahaan perjalanan yang akan menghapus atraksi wisata gajah tunggang dari program mereka. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya penyiksaan terhadap gajah di industri pariwisata.

“Perusahaan-perusahaan besar tersebut memahami pentingnya perlindungan binatang,” ujar Josey Kitson, Executive Director World Animal Protection Kanada. “Banyak perusahaan yang kami temui di Kanada, seperti G Adventures, The Travel Corporation, World Exhibitions, dan yang sudah mendunia seperti Intrepid Travel, menerima kesempatan yang kami tawarkan ini dalam melindungi kehidupan alam bebas.”

Berdasarkan data World Animal Protection, banyak gajah yang dipisahkan dari induknya lalu mengalami pelatihan yang kejam. Pelatihan tersebut melibatkan pukulan, diikat, dan tidak memberi makan maupun minuman. Tujuannya adalah untuk menghancurkan spirit mereka sehingga mereka cukup jinak untuk menjadi atraksi wisata gajah tunggang. Gajah-gajah tersebut juga dirantai dan dipisahkan dari yang lainnya.

“World Animal Protection ingin kekejaman ini berakhir, dan para turis dapat berperan serta dengan tidak membeli atau menikmati atraksi wisata yang melibatkan kekerasan terhadap binatang,” ujar Kitson.

Pada tahun 2015, sebuah laporan dari World Animal Protection menunjukkan bahwa kekerasan terhadap gajah di industri pariwisata Asia mulai menjalar ke Afrika. Saat ini dilaporkan ada lebih dari 200 gajah yang ditangkap di selatan Afrika, dan 24 gajah muda dijual oleh Pemerintah Zimbabwe serta diekspor ke Chimelong Safari Park di Cina. Menurut World Animal Protection, gajah-gajah tersebut akan menerima kehidupan yang lebih kejam agar dapat menjadi atraksi wisata dan menjadi gajah tunggang.

Wisata Perbatasan Untuk Memikat Turis Asing

About admin

Check Also

Perputaran Ekonomi Saat Momen Libur Lebaran 2024 Diproyeksikan Mencapai Rp276,11 Triliun

Jakarta, Vakansi – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memproyeksikan perputaran …

Leave a Reply