hitcounter
Monday , December 11 2017
Breaking News
Home / Cerita Wisata / Wisata Batik Di Pekalongan Menggunakan Kereta Wisata
wisata batik di Pekalongan
Pintu masuk Museum Batik Nasional, Pekalongan

Wisata Batik Di Pekalongan Menggunakan Kereta Wisata

Sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Maksudnya, memopulerkan wisata batik di Pekalongan sekaligus memopulerkan kereta api bukan sekadar sarana transportasi, tapi juga sebagai sarana rekreasi. Inilah yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata untuk menumbuhkan pariwisata. April 2009 lalu, “sekali dayung” itu diujicobakan.

Pekalongan dipilih sebagai destinasi wisata dalam uji coba kereta wisata ini karena kota di pesisir pantai utara Jawa Tengah ini memang mempunyai potensi sebagai kota wisata. Bukan wisata alam terutama, melainkan wisata budaya, khususnya budaya kerajinan batik. Dan, di Pekalongan-lah Museum Batik Nasional didirikan dan diresmikan pada 12 Juli 2006.

Wisata batik di Pekalongan menggunakan kereta wisata
Pemandangan dari dalam kereta wisata dalam perjalanan menuju Pekalongan

Akan halnya kereta wisata, untuk sementara yang digunakan bukanlah sebuah kereta khusus. Yang dinamakan kereta wisata ini barulah terdiri dari dua gerbong, satu dinamakan Gerbong Bali dan satu lagi Gerbong Nusantara, yang ditempelkan dengan gerbong kereta reguler jurusan Jakarta-Semarang. Tentu saja kedua gerbong kereta wisata ini jauh berbeda kondisinya dengan gerbong-gerbong yang biasa. Di dalam kereta wisata tersebut ada ruang tidur, mini kafe, ruang meeting, sofa, TV layar datar, dan lain sebagainya. Lantai gerbong pun seluruhnya dialasi karpet.

Wisata batik di Pekalongan akan lebih nyaman menggunakan kereta wisata
Suasana di dalam kereta wisata yang lengang dan terlihat cukup mewah.

Selama perjalanan, wisatawan kereta ini bisa berkaraoke, menonton film, bahkan membuka arisan antar-wisatawan kalau mau. Namun, antara kedua gerbong itu desain interiornya tidak sama. Dapur dan mini bar ada di salah satu gerbong, sedangkan kamar tidur ada di gerbong yang lain. Sisa ruangan di dua gerbong itu—setelah dikurangi dapur, mini bar, dan kamar tidur—mirip, tapi dengan pengaturan beda. Sisa ruang itu diisi sofa-sofa untuk duduk, dan diatur sedemikian rupa hingga diperoleh sebuah ruangan yang cukup lapang untuk menonton film bersama. Di Gerbong Nusantara yang ada kamar tidurnya, ada juga ruang untuk pertemuan. Jarak Jakarta-Pekalongan yang ditempuh dalam waktu sekitar enam jam, cukup lama untuk mengadakan rapat misalnya.

Bila pada 2009 lalu kereta wisata Jakarta-Pekalongan sifatnya uji coba, sekarang kereta wisata ini dapat disewa oleh perusahaan maupun masyarakat umum yang ingin bepergian dengan nyaman. Dan tentu, bila wisata kereta Jakarta-Pekalongan dianggap sukses, akan dibuka juga destinasi yang lain, meski belum ditentukan kota-kota destinasi itu.

Wisata batik di Pekalongan
Anda dapat menggelar arisan atau meeting kecil di dalam kereta wisata

Untuk melakukan wisata batik di Pekalongan, tentulah dibutuhkan sarana transportasi ke tujuan-tujuan wisata. Juga, penginapan dan rumah makan. Mestinya juga tak terlupakan adalah prasarana kesehatan, seperti dokter, rumah sakit, dan apotek. Karena itu, wisata kereta ini bisa terlaksana dengan mulus apabila terjadi kerja sama antara berbagai pihak, seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, PT Kereta Api Indonesia, biro perjalanan, pemerintah daerah empunya destinasi, perusahaan transportasi, hotel, rumah makan, dan sebagainya.

Wisata batik di Pekalongan menggunakan kereta wisata
Bila lelah, Anda bisa merebahkan diri di kamar yang tersedia dalam kereta wisata

Yang tak boleh dilupakan dan merupakan persyaratan pokok adalah masalah keamanan dan keselamatan. Jadi, salah satu musuh terbesar program ini adalah kecelakaan kereta api. Tak ada wisatawan yang dengan senang hati melakukan perjalanan dengan sarana transportasi yang berpotensi mendatangkan bahaya. Kereta yang tidak aman tentu berbeda dengan “bahaya” dalam kegiatan wisata yang bersifat petualangan, seperti outbound atau diving.

Yang disebut belakangan tadi jelas-jelas wisatawannya memang sengaja mencari “bahaya”, sedangkan kecelakaan kereta api wisata tetap saja kecelakaan yang tak diinginkan, yang bukan dicari. Tentu kita tak ingin peristiwa kapal pesiar bernama Titanic terulang pada wisata kereta ini.

Wisata Batik Di Pekalongan

Pekalongan dan batik seperti saling mengisi. Dan sesungguhnya, salah satu penunjang perekonomian di Pekalongan adalah industri batik. Sejak dekade pertama awal abad ke-19, kota di barat Semarang ini dikenal sebagai kota batik, dan sebagian besar penduduknya bermata-pencaharian yang berhubungan dengan batik. Pertimbangan inilah yang menyebabkan Pekalongan dipilih menjadi kota tempat Museum Batik Nasional berada—bukan Solo, Yogyakarta, atau Cirebon yang juga dikenal mempunyai industri batik.

Di Museum Batik ini tersimpan koleksi batik dari berbagai daerah di nusantara. Selain bisa mengenal berbagai batik dari seluruh nusantara, pengunjung juga diberi kesempatan untuk belajar membatik.

Wisata batik di Pekalongan berpusat di Museum Batik Nasional
Pekerja sedang membuat batik cap menggunakan alat khusus.

Tentu, tujuan wisata batik di Pekalongan bukan hanya museum batik. Di kota ini wisatawan bisa mengunjungi kampung batik, antara lain Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Wiradesa. Di kedua tempat ini, wisatawan selain bisa berbelanja batik dengan harga murah, juga bisa melihat suasana sehari-hari sebuah kampung batik—kampung yang sebagian besar warganya hidup dari industri batik.

Wisata batik di Pekalongan
Pintu masuk Kampung Batik Kauman

Mungkin itulah kelebihan Pekalongan dibandingkan dengan Cirebon, Solo, dan Yogyakarta sebagai kota batik, yakni suasana tradisional perbatikan masih terasa di Pekalongan. Inilah yang mesti dipertahankan tanpa mengorbankan segi-segi ekonomi industri batik. Justru, adanya wisata batik lewat wisata kereta ini semestinya memudahkan hidup mereka yang bermata pencaharian dari batik. Misalnya, lahirnya pengusaha batik yang besar, yang bisa memasarkan batik Pekalongan ke dunia internasional.

Wisata batik di Pekalongan
Puluhan jenis alat batik cap yang ada di Museum Batik Nasional, Pekalongan

About admin

Check Also

liburan musim panas di brighton beach

Hangatnya Liburan Musim Panas di Melbourne

Bagi kebanyakan warga Indonesia, berwisata ke luar negeri untuk melihat salju menjadi posisi teratas dalam …

Leave a Reply