hitcounter
Sunday , August 20 2017
Breaking News
IMG-20170705-WA0050

Tour de Flores 2017 Promosikan Potensi Wisata NTT

Ajang balap sepeda bertaraf internasional Tour de Flores (TdF) 2017 kembali digelar. Event sport tourism akan diselenggarakan pada 14-19 Juli 2017 ini akan mengambil start dari Larantuka hingga finish di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“TdF kali ini akan berbeda dari tahun sebelumnya. Kombinasi acara untuk even kali ini semakin banyak. Kalau tahun lalu hanya sport saja, tahun ini akan diadakan festival budaya dan ada Lomba foto instagram untuk Pesona Flores/Wonderful Flores. Ada juga selfie dan lomba selfie untuk Wonderful Land Best Spot,” ucap Menpar Arief Yahya.

Arief mengungkapkan, jika event TdF kali ini akan sangat penting untuk mempromosikan Labuan Bajo ke seluruh penjuru dunia. Ini sekaligus mempersiapkan Labuan Bajo sebagai destinasi yang akan ditawarkan saat Annual Meeting IMF World Bank 2018.

“Sport Tourism itu media valuenya sangat tinggi. Lebih tinggi daripada direct impact sekitar 10% berbanding 90% untuk media value. Jadi kalau mau menjual acara media valuenya harus sangat tinggi. Lalu yang kedua, karena akan diadakan Annual Meeting IMF World Bank pada 2018, saya lebih fokus juga menggarap Labuan Bajo secara infrastruktur agar siap menerima delegasi dari IMF nantinya,” katanya.

TdF 2017 sendiri akan berlangsung selama enam hari. Rute yang disiapkan berjarak 721,6 km yang terbagi dalam enam etape. Etape pertama, Larantuka-Maumere dengan jarak tempuh 138,5 Km, etape kedua, Maumere-Ende menempuh jarak 141,3 Km, etape ketiga Ende-Mbay dengan jarak 111 km, etape kelima yang merupakan etape terpendek, yakni Borong-Ruteng 58 km, serta etape keenam yang juga etape terakhir dari Ruteng-Labuan Bajo dengan jarak 121,5 km.

Semua etape tadi akan diawasi langsung oleh United Cycling Internationale (UCI). Dan lombanya, akan diikuti 20 tim yang terdiri dari 17 tim luar negeri dan 3 tiga tim dari dalam negeri. Peserta dari luar negeri berasal dari Inggris, Uni Eropa, Afrika, Jepang, Korsel, RRT, Australia, Thailand dan Malaysia.

“Dampak positifnya bisa banyak. Selain menyedot kunjungan wisatawan mancanegara dan Nusantara, event ini juga mampu menggerakkan ekonomi daerah dan mendorong perbaikan infrastruktur,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Jelamu.

Marius mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan ke NTT selama 2016 mencapai 882.395 orang dengan rincian 769.962 wisatawan nusantara, dan 112.433 adalah wisatawan manca negara (wisman). Jumlah tersebut naik 20 persen dari tahun sebelumnya. Dan tahun ini, target kunjungan wisman ke NTT diproyeksi meningkat 30%, atau sejumlah 1.147.000 wisatawan. “Semoga dengan adanya event ini, Jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat secara signifikan,” pungkasnya.

About Pasha

Check Also

Jumanto.com

Lampung Selatan dan Pesisir Barat Siap Jadi KEK Pariwisata

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong setiap daerah untuk mengembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata. Sebelumnya …

Leave a Reply