hitcounter
Saturday , June 24 2017
Teknopolis 2017 resmi dibuka

Teknopolis 2017 Berikan Update Perkembangan IoT

Ajang pameran teknologi perdana yang adakan oleh Erafone dan Traya Events ini ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tema “Today’s Technology and Beyond” yang diusung pada edisi perdana TEKNOPOLIS ini terasa mengena dengan perkembangan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) di Indonesia saat ini.

Selama tiga hari pameran, para pengunjung bisa merasakan dan melihat sejumlah aplikasi dan produk IoT karya anak bangsa yang ternyata telah mendunia. Aplikasi GO-JEK dan PicMix adalah contoh karya-karya yang dikembangkan oleh para pengembang atau startup dari tanah air yang bisa dibanggakan karena memiliki reputasi yang cukup membanggakan bagi bangsa Indonesia. Tentunya masih banyak aplikasi atau inovasi lain yang belum semuanya bisa terangkum di pameran TEKNOPOLIS ini, yang diharapkan bisa muncul dan berpartisipasi pada gelaran edisi berikutnya di tahun depan.

“Salah satu tantangan dengan inovasi yang berkembang begitu pesat adalah menyesuaikan dengan regulasi pemerintah,” papar Piotr Jakubowski, Chief Marketing Officer GO-JEK, yang mempresentasikan mengenai tema “The Future of Mobility.”

Menurut Piotr, bisnis berbasis internet seperti GO-JEK akan berkembang pesat apabila ada kepercayaan diantara pihak-pihak yang terlibat di dalamnya dan yang terpenting adalah dapat membangkitkan ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Pemanfaatan Internet of Things dalam bidang fotografi ditunjukkan oleh Picmix, layanan berbagi foto dengan memanfaatkan hasil jepretan dari kamera smartphone. “Ini adalah karya asli Indonesia yang sudah pernah terpampang di SWSX, Texas, Amerika Serikat – konferensi dan festival industri film, musik, dan interaktif. Jadi telah dikenal di global,” bangga Calvin Kizana, CEO & Founder Picmix.

“Internet of Things bisa digunakan untuk beragam hal, intinya mengoneksikan beberapa peralatan agar bisa saling berkomunikasi, misalnya handphone yang bisa digunakan untuk mematikan lampu rumah dan mengakses security camera,” ujar Sofyan Hadiwijaya, coder yang juga Co-Founder Pinjam.co.id.

Menurut Sofyan, IoT juga banyak dipakai di bidang pertanian dan peternakan untuk mengumpulkan data sehingga berguna untuk membuat proses automation dengan memanfaatkan sensor, mapping, atau GPS (Global Positioning System).
Sofyan menuturkan bahwa sebenarnya IoT di Indonesia masih dalam tahap pengenalan ke publik. Karena masih menjadi
“sesuatu” yang baru, maka IoT membuka peluang yang cukup besar bagi para pengembang atau startup di tanah air untuk membuat aplikasi unik yang dapat mendatangkan revenue. Generasi muda peminat IoT bisa belajar teknologi di Geeknesia, Dirakit, Cubeacon, eFishery, dan Noeflux, yang notabene merupakan karya-karya anak bangsa.

Salah satu hal yang menarik di Teknopolis adalah semakin maraknya pengenalan dan penjualan drone atau pesawat tanpa awak. Mulai dari DJI, Parrot, ZeroTech, dan Go Pro memiliki model drone yang ditampilkan di area pameran. Bahkan untuk menjaring minat masyarakat tentang drone, selama dua hari diadakan lomba Drone Race, yang diadakan oelh IDRF (Indonesia Drone Racing Federation).

About Pasha

Check Also

Group Photo

Produk Unggulan Taiwan Dipamerkan di Wow! Taiwan Selects

Melihat data dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, nilai perdagangan antara Indonesia dan Taiwan mencapai US$6.54 …

Leave a Reply