hitcounter
Friday , September 22 2017
Home / Berita Wisata / Sambut World Bank IMF Annual Meeting 2018, Pembangunan Kawasan Pariwisata Borobudur Jadi Prioritas
119budur-jpg

Sambut World Bank IMF Annual Meeting 2018, Pembangunan Kawasan Pariwisata Borobudur Jadi Prioritas

Dalam rangka menyambut World Bank IMF Annual Meeting 2018, Kemenko Maritim melakukan koordinasi sehubungan dengan pembangunan prioritas pada beberapa kawasan pariwisata, salah satunya di Kawasan Borobudur.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Infrasktruktur Kemenko Bidang Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin saat mengunjung candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (21/04/2017).

“Secara keseluruhan memang sudah lama Borobudur menjadi salah satu kawasan strategis nasional, dan pada akhir 2015 difokuskan kepada 10 destinasi, dan Borobudur sebagai salah satu di antaranya. Kemudian ketika ada bantuan dari Bank Dunia untuk memperkuat infrastruktur kepariwisataan, Borobudur menjadi salah satu yang kita prioritaskan,” kata Ridwan.

Lanjut Ridwan, sekarang sedang mempersiapkan 5+1 destinasi wisata penting dalam rangka menyambut World Bank IMF Annual Meeting 2018, saah satunya ini di Borobudur.

Ridwan memaparkan, berbagai akomodasi, aksesibilisasi, dan infrastruktur Borobudur sedang disiapkan. Hal itu dilakukan agar nantinya wisatawan dunia, setelah acara World Bank IMF Annual Meeting 2018 maupun wisatawan lainnya tidak terlalu sulit ke Borobudur.

“Kami juga menyiapkan infrastruktur pendukung seperti air bersih, hotel, jalan, bandara, pelabuhan, kereta api, toilet, dan sebagainya, itulah yang akan disiapkan nanti. Kita juga berusaha untuk menahan mereka berwisata selama mungkin di sini, oleh sebab itu memberikan fasilitas sebaik-baiknya,” jelasnya.

Ridwan mengungkapkan, untuk target penyelesaian berjalan selama pelaksanaan IMF World Bank tersebut, yakni Oktober 2018. Tahun ini, dilakukan tahap mulai dari membuat dan memutuskan daftar prioritas apa saja yang akan dibangun sudah harus diputuskan.

“Kalau Borobudur sendiri, secara umum infrastruktur untuk mencapai kawasan sini sudah tidak terlalu sulit, hanya kita perlu mengatur paket-paket perjalanannya, mendistribusikan agar misalnya sebagian masuk dari Bandara Jogja, sebagian masuk dari Bandara Semarang, sebagian masuk dari Bandara Solo. Nah hal-hal ini yang akan kita atur bersama-sama,” pungkasnya.

Diketahui ada 189 negara peserta dan 18 ribu hingga 20 ribu pengunjung World Bank IMF Annual Meeting 2018 yang datang ke Indonesia tepatnya di lokasi acara yakni Bali. Dan diperkirakan setelah itu peserta tentunya akan meluangkan waktu untuk berwisata. Oleh sebab itu, Kementerian dan Lembaga terkait telah menyiapkan selain Bali yakni, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Tanah Toraja, dan Borobudur.

About Pasha

Check Also

Fatur

Dalami Budaya Tionghoa di The 1st Xiao International Culture Week

Hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh kebudayaan Tionghoa. Kebudayaan Tionghoa di Indonesia walau …

Leave a Reply