hitcounter
Wednesday , November 22 2017
Home / Event Wisata / Riding ‘Tebus Dosa Emisi’ X dengan Jaga Bhumi
unnamed (5)

Riding ‘Tebus Dosa Emisi’ X dengan Jaga Bhumi

Gerakan Aku Jaga Bhumi berkolaborasi dengan komunitas pengendara roda dua menggelar aksi riding yang bertajuk “Riding Tebus Dosa Emisi” pada S 21 Oktober 2017. Riding start dari Tikum Bubur Ayam Kemang, Jalan Kemang Raya Jakarta Selatan menuju garis finish di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Riding ini diikuti oleh berbagai komunitas pengendara roda dua di berbagai wilayah Jabodetabek, seperti naikskuter, Scootheraphy, dan masih banyak lagi. Riding ini merupakan rangkaian acara pre-event Gerakan Jaga Bhumi, yang akan diselenggarakan pada tanggal 13 – 15 April 2018 di Lapangan Golf Cipanas dan Mandala Wangi, Cipanas, Jawa Barat.

Pada kegiatan ini, seluruh pengendara motor melakukan riding atau konvoi secara bersama-sama dari Kemang, Jakarta Selatan hingga Kemayoran, Jakarta Pusat. Sesampainya di garis finish, para pengendara motor mendapatkan edukasi mengenai emisi gas buang kendaraan bermotor.

Kegiatan ini ditutup dengan aksi komitmen para pengendara menyumbangkan 500 bibit pohon kepada Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia untuk reboisasi. Aksi ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi pencemaran udara di wilayah DKI Jakarta.

Alexander Sonny Keraf, Wakil Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia menyambut baik inisiatif dari komunitas pengendara motor ini. Menilai rencana ini luar biasa sekali dan saya mengapresiasi kepedulian dari para pemilik dan pengendara roda dua. “Saya pun menghargai kepedulian mereka bagi lingkungan hidup khususnya terhadap dampak polusi, lebih khusus lagi terhadap dampak dari penggunaan energi fosil atau BBM yang digunakan oleh motor Vespa disini” jelasnya.

Alexander menjelaskan, kegiatan penanaman pohon maupun donasi pohon oleh para pengendara roda dua ini merupakan wujud penebusan dosa emisi karena selama ini mereka dan semua telah menyebabkan emisi gas rumah kaca karena penggunaan bahan bakar fosil oleh kendaraan kita,” katanya.

Lanjut Alexander, satu, kesadaran menanam itu perlu dan harus kita apresiasi; Kedua, kalau bisa kegiatan seperti ini diviralkan ke kelompok masyarakat atau komunitas yang lebih luas supaya masyarakat lain ikut menanam, atau mereka bisa menyumbang dana untuk penanam pohon yang dilakukan oleh kelompok lain atau pihak yang lain punya; Ketiga, menjaga dan memastikan bahwa tanaman itu akan selamat tumbuh dan menjadi besar. Jangan sampai tanaman itu mati sebelum berkembang.

About Pasha

Check Also

AdAsia 2017 Bali -- Photo 2

Indonesia Tuan Rumah AdAsia 2017

Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) akan menggelar AdAsia, kongres periklanan terbesar di Asia. Perhelatan akbar …

Leave a Reply