hitcounter
Saturday , January 20 2018
Home / Berita Wisata / Pertumbuhan Pariwisata Indonesia di Topang Gaya Hidup Digital
OB

Pertumbuhan Pariwisata Indonesia di Topang Gaya Hidup Digital

Pertumbuhan pariwisata Indonesia Januari – Oktober 2017 sebesar 24%, menempatkan Indonesia di posisi 20 besar negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat yang dicapai dalam kurun waktu tiga tahun.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, menjelaskan, pertumbuhan ekonomi ini juga diikuti dengan perubahan gaya hidup yang semakin go digital – komunikasi lebih bersifat personal, mobile, dan interaktif.

“Sekitar 70% dari pencarian dan sharing data menggunakan cara digital. Media digital bahkan dinilai empat kali lebih efektif dalam menyampaikan pesan daripada media konvesional. Revolusi digital tidak bisa dihindari. Secara alamiah akan mengubah dunia dan menciptakan model bisnis baru. Adapun tiga revolusi dalam bidang bisnis yang terpengaruh oleh perubahan gaya hidup digital antara lain komunikasi, transportasi, dan pariwisata,” ungkapnya.

Arief mengatakan, para pelaku industri yang menggunakan cara konvensional akan sulit bersaing dengan mereka yang menggunakan platform digital. Pelaku industri digital ini melakukan sharing economy, mengoptimalkan kapasitas, menjual yang kosong dengan harga murah, dan mencari return dari cross selling. Semua dilakukan secara digital.

“Dalam bisnis digital muncul pemain-pemain baru seperti Google, Facebook, dan Whatsapp yang menguasai industri telekomunikasi. Gojek, Uber, dan LCC yang menjadi pemain utama di industri tranportasi. Sementara itu dalam pariwisata, travel agent konvensional akan sulit bersaing dengan online travel agent seperti tripadvisor, traveloka, dan travelio,” ujarnya.

Lanjut Arief, industri pariwisata, cepat atau lambat akan menghadapi perubahan yang revolusioner dan untuk bersaing pariwisata harus mengikuti perubahan gaya hidup konsumen.

Arief mengungkapkan, dari penelitian yang dibuat UNWTO pada 2017 mengenai aktivitas wisatawan yang menggunakan platform digital, diketahui sekitar 82% wisatawan lebih suka mencari langsung informasi mengenai suatu destinasi wisata menggunakan platform ini.

“53% wisatawan menggunakan platform digital untuk mencari akomodasi, 47% digunakan untuk mengetahui transportasi di destinasi wisata, 36% wisatawan menggunakan platform digital untuk mengetahui rekomendasi restoran/tempat makan, dan 40% menggunakan untuk mencari aktivitas wisata yang dilakukan di destinasi,” terangnya.

Untuk menghadapi tantangan ini, industri perhotelan melalui PHRI meluncurkan produk digital baru dengan nama bookingina.com. Platform ini mengumpulkan berbagai hotel dan restoran yang tergabung di bawah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk sama-sama menjual dan menerapkan sharing economy.

About Pasha

Check Also

Agoda

Pariwisata Primadona Baru di Samosir

Energi positif terpancar dalam laporan Penerimaan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Samosir 2017. Capaian pertumbuhannya menunjukkan …

Leave a Reply