hitcounter
Thursday , November 23 2017
Home / Berita Wisata / Peringati Hari Pariwisata Dunia dengan Culinary & Shopping Fest 2016
Hari Pariwisata Dunia

Peringati Hari Pariwisata Dunia dengan Culinary & Shopping Fest 2016

Untuk memperingati Hari Pariwisata Dunia yang jatuh pada tanggal 27 September 2016, Menteri Pariwisata Arief Yahya meluncurkan “Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival 2016” secara serentak di 14 kota 12 provinsi di Indonesia. Penekanan tombol simbolis dilakukan di Gandaria City Mall, Jakarta Selatan. Ke-14 kota yang secara bersama-sama melaksanakan Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival 2016 selama satu bulan penuh, dari 27 September hingga 27 Oktober 2016, adalah Jakarta, Malang, Palembang, Banten, Yogyakarta, Bali, Bandung, Solo, Makassar, Surabaya, Semarang, Pekanbaru, Medan, dan Balikpapan.

“Lokasinya di beberapa mal di setiap kota, lebih dari satu mal di hampir semua kota itu,” kata Vita Datau Messakh, Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata.

Tema Hari Pariwisata Dunia 2016 adalah “Tourism For All”. Kuliner dan belanja merupakan dua daya pikat destinasi wisata yang alamiah dan dicari oleh semua wisatawan, baik wisnus maupun wisman. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kementerian Pariwisata, Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja, dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang diketuai Stefanus Ridwan. “Kami ingin ini menjadi kalender kegiatan tahunan,” ujar Stefanus.

Vita Datau mengungkapkan, konsep festival ini adalah sinergi pentahelix, yakni ABCGM (Akademisi, Business, Community, Government, dan Media), yang bersama-sama memopulerkan wisata kuliner dan belanja. Menurut data, kunjungan wisman ke Indonesia sebesar 65 persen karena faktor budaya, 35 persen untuk melihat keindahan alam, dan 5 persen karena manmade, seperti sport events maupun MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition).

Kuliner dan belanja termasuk dalam kategori budaya yang perannya cukup besar, dan Indonesia termasuk negara dengan fasilitas belanja yang cukup bagus, masuk 17 besar dalam Top Asia Shopping Cities 2015. Dalam World Economic Forum, Travel and Tourism Competitiveness Index, Indonesia termasuk peringkat 3 yang termurah untuk belanja.

“Bukan berarti asal murah atau murahan, tetapi dengan berbelanja menggunakan dolar yang sama akan memperoleh keuntungan dan values yang jauh lebih besar daripada dibelanjakan di negara lain,” kata Arief Yahya.

Menurut Stefanus, pasar domestik juga cukup besar. “Menurut Globe Shopper Magazine, Indonesian is a shopper nation. Orang Indonesia paling banyak pergi ke Singapore 61 persen dan ke Paris 17 persen untuk belanja. “Kami targetkan, festival ini bisa menggairahkan perekonomian di Indonesia, selain itu juga bisa meningkatkan pengunjung mal 20 persen hingga 30 persen dari biasanya. Karena itu, kami berterima kasih jika momentum ini dipromosikan ke mancanegara dan nusantara,” ujar Stefanus.

Vita Datau menyebutkan, pola wisman ke Indonesia pada tahun 2015 itu sebesar 14,8 persen untuk belanja, 18,53 persen untuk kuliner atau makan-minum, 26,69 persen untuk akomodasi, dan 39,98 persen membelanjakan uangnya untuk transportasi, sightseeing, dan lainnya.

Arief Yahya menyambut positif pelaksanaan Culinary and Shopping Festival 2016 ini dalam rangka perayaan Hari Pariwisata Dunia. Ia menyatakan bahwa Cina merupakan pasar utama, yang sudah menggeser Australia dalam jumlah inbound ke Indonesia. Potensi itu, lanjut Arief, harus ditangkap dengan lebih banyak menciptakan acara dan momentum lalu dipromosikan secara efektif di pasar Cina.

Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Agustus 2016 Tembus 1 Juta

About admin

Check Also

IMG-20171115-WA0012

MICE/Business Event ASEAN Perdana Digelar di Indonesia

Indonesia akan menjadi negara pertama sebagai tuan rumah penyelenggara pameran MICE/Busines Event ASEAN yang akan …

Leave a Reply