hitcounter
Thursday , November 23 2017
Home / Berita Wisata / Pembangunan Homestay Bromo-Tengger-Semeru Makin Menggeliat
Homestay Di Bromo - Homestay Di Gunung Bromo

Pembangunan Homestay Bromo-Tengger-Semeru Makin Menggeliat

Percepatan pembangunan Homestay di salah satu destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mengalami perkembangan signifikan. Salah satunya di daerah Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur.

Kementerian Pariwisata telah menetapkan 10 destinasi prioritas yang biasa dipanggil dengan 10 Bali Baru adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo-Tengger-Gunung Semeru (Jawa Timur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara) dan Tanjung Kelayang (Belitung).

”Sejauh ini yang sudah terlapor terbangun sekitar 135 homestay, jelas ini kabar menggembirakan bagi destinasi Bromo dan sekitarnya, dan ini proses pembangunannya masih terus berjalan,” ujar Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restaurant Republik Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Djamaluddin.

Digdoyo mengatakan, dengan menjamurnya homestay yang ada di Bromo dan sekitarnya diharapkan menjadi momentum untuk semua pihak bersinergi dalam membangun pariwisata Indonesia. ”Jadi selain bersaing dengan sehat, tentunya juga bersinergi dengan baik dalam melayani wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Tentunya dengan aturan dan koridor yang jelas yang sudah ditentukan,” paparnya.

Lanjut Digdoyo, dengan adanya Homestay, nantinya Hotel-Hotel yang ada di sekitar Bromo dapat mengakomodir semua keperluan dan permintaan yang datang. ”Contohnya jika memang ada rombongan besar yang datang dan memerlukan kamar banyak, tentu keberadaan homestay sangat membantu Hotel. Ini yang dibilang sinergitas yang positif. Namun semua harus berjalan dengan aturan yang baik,” jelasnya.

Digdoyo mengungkapkan, kedepannya sebaiknya ada suatu kepastian peraturan dan kewenangan yang bisa menjadi kerangka acuan yang terorganisir dan tertib. ”Nantinya instansi terkait terus mensosialisasikan kepada asosiasi maupun pelaku wisata Bromo dan terus membenahi kekurangannya agar masa depan pariwisata di Bromo terus menjadi lebih baik. Termasuk terkait dengan Homestay,” ujarnya.

Komponen Pariwisata di Bromo-Tengger-Semeru mencoba memenuhi instruksi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang mentargetkan setiap destinasi prioritas mendirikan Homestay sebanyak 1000 homestay tiap destinasi atau 10.000 Homestay di 10 destinasi prioritas di tahun 2019 mendatang.

”Selain itu tentunya kedepannya desain homestay yang ada harus mampu meningkatkan amenitas fasilitas pariwisata yang ada, dan bisa melayani wisatawan dengan baik,” kata Menpar.

Homestay juga menjadi salah satu capaian prioritas di tahun 2017. Seperti diketahui, pekerjaan fundamental soal branding dan advertise sudah tuntas di 2016. Mengejar target Presiden Joko Widodo yang mematok di angka 20 juta di 2019, yang dimulai dengan 15 juta di 2017. Kemenpar pun harus berjibaku menaikkan performance dengan growth 25% wisman, di tengah pertumbuhan global 4,4% dan regional ASEAN 5,1%.

About Pasha

Check Also

IMG-20171115-WA0012

MICE/Business Event ASEAN Perdana Digelar di Indonesia

Indonesia akan menjadi negara pertama sebagai tuan rumah penyelenggara pameran MICE/Busines Event ASEAN yang akan …

Leave a Reply