hitcounter
Sunday , February 18 2018
Home / Berita Wisata / Partisipasi Kementerian Pariwisata Di MIPIM 2016
Partisipasi Kementerian Pariwisata di MIPIM 2016
Foto: Dok. Kementerian Pariwisata

Partisipasi Kementerian Pariwisata Di MIPIM 2016

Performa pariwisata Indonesia pada tahun 2015 cukup memuaskan. Hal tersebut ditandai dengan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia yang mencapai angka 10,4 juta, melebihi target yang ditetapkan di angka 10 juta wisman. Pendapatan devisa dari turis asing pada 2015 juga mencapai US$12,3 miliar. Sementara itu, untuk wisatawan domestik, pada tahun 2015 mencapai 259 juta perjalanan.

Pencapaian positif pada tahun 2015 tersebut menjadi kerangka positif untuk tahun 2016 yang akan penuh dengan ekspektasi dan tantangan. Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi pariwisata di Indonesia pada tahun 2015 mencapai US$1.049,07 juta, yang terdiri dari Penanaman Modal Asing sebesar US$732,46 juta dan Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar US$316,61 juta.

Untuk dapat memfasilitasi ekspektasi dan tantangan tersebut, sektor pariwisata Indonesia membutuhkan peningkatan pada banyak aspek dan juga keterlibatan dari berbagai pihak, termasuk di dalamnya keterlibatan investor asing. Untuk memikat investor asing sekaligus mempromosikan peluang investasi pariwisata di Indonesia, Kementerian Pariwisata berpartisipasi dalam MIPIM: The World’s Property Market pada tanggal 15-18 Maret 2016 di Palais des Festival Cannes, Prancis.

MIPIM merupakan pasar properti terkemuka di dunia yang menyatukan berbagai stakeholder yang berpengaruh pada semua sektor properti internasional—perhotelan, perumahan, ritel, kesehatan, olahraga, logistik, dan industri—yang menawarkan akses tidak terbatas untuk jumlah terbesar dari proyek-proyek pembangunan di seluruh dunia. MIPIM 2016 dihadiri oleh lebih dari 21.400 individual partisipan, 3.600 CEO dan chairman, 2.450 exhibiting companies, 4.800 investor, 380 jurnalis, dan 370 key political leaders.

Melalui partisipasi pada event ini, Kementerian Pariwisata bermaksud untuk meningkatkan pencapaian realisasi investasi pariwisata dan memperluas lokasi potensi investasi, termasuk peluang investasi di 10 destinasi prioritas yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata.

Pada acara ini, Frans Teguh, Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, menjadi keynote speaker pada PAN-ASIA Panel dengan topik “Wonderful Indonesia: New Tourism Investment Opportunities” yang menjelaskan mengenai kondisi perekonomian Indonesia, kondisi sektor pariwisata di Indonesia, dan peluang investasi pariwisata Indonesia khususnya di 10 destinasi prioritas.

Beberapa komitmen yang terjadi selama pelaksanaan MIPIM 2016 adalah:

  1. Ecoregions International Singapore berminat untuk melakukan penanaman modal sebesar US$150 juta berupa pengembangan rumah sakit berskala internasional (hospital & medical tourism), hotel, dan sarana rekreasi lainnya yang bertema ecotourism di KEK Mandalika.
  1. PT Dharmakusala Waskita Brana berkomitmen untuk melakukan pembangunan hotel di KEK Mandalika dengan nilai investasi US$37,5 juta.
  1. Islamic Development Bank berkomitmen untuk membantu pendanaan pengembangan infrastruktur KEK Mandalika sebesar US$100 juta dan akan melakukan kunjungan ke Mandalika pada Juli 2016.

Mengingat bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor utama dalam penghasil devisa di Indonesia, serta target pemerintah untuk dapat mendatangkan wisatawan asing sebanyak 20 juta kunjungan wisman dan menciptakan perjalanan wisatawan domestik sebanyak 275 juta perjalanan pada akhir tahun 2019, akan sangat penting untuk dapat melibatkan investor asing dalam penyediaan sarana akomodasi, sarana pariwisata, dan infrastruktur pariwisata di seluruh destinasi di Indonesia.

Warga Inggris Tidak Punya Bujet Untuk Liburan

About admin

Check Also

WhatsApp Image 2018-02-08 at 19.45.27

Sumbar Siap Majukan Pariwisata

Sumatera Barat (Sumbar) harus siap dengan komitmen untuk memajukan pariwisata. Karena Sumbar punya potensi alam …

Leave a Reply