hitcounter
Sunday , February 18 2018
Home / Berita Wisata / Musik ‘Tak Tun Tuang’, Berhasil menarik Pasar Thailand dalam TITF 2018
WhatsApp Image 2018-02-11 at 08.30.26

Musik ‘Tak Tun Tuang’, Berhasil menarik Pasar Thailand dalam TITF 2018

Guna lebih mempromosikan keindahan pariwisata yang dimiliki Indonesia, Kementerian Pariwisata ikut serta pada event Thai International Travel Fair (TITF) 2018. Pada event ini Selling menjadi fokus utamanya, Karena sebanyak 10 industri pariwisata serta 1 Dinas Pariwisata diboyong ke Bangkok, Thailand. TA/TO dan hotelier dari Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTT, Yogyakarta serta Sumatera Utara.

Promosi yang selama ini bertitik berat di branding dan advertising, mulai bergeser ke selling. Misi utamanya, menjaring wisman di jantung pasar pariwisata Thailand

WhatsApp Image 2018-02-11 at 08.30.28

Salah satu jurusnya yaitu penampilan Sasando dan tarian khas Indonesia dalam Thai International Travel Fair (TITF) 2018 yang betul-betul memukau. Ribuan audience yang terdiri dari kalangan bisnis dan traveller berbagai penjuru dunia dibuat terpesona. Semua langsung senyap. Semua dibuat terpukau di tengah main stage yang ada di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Thailand, Sabtu (10/2/2018) lalu.

Djitron Pah yang mengalunkan hits ‘Tak Tun Tuang’ pun langsung banjir pujian. Audience terlihat salut dengan kepiawaian Djitron memainkan alat musik khas Rote, Nusa Tenggara Timur itu. Apalagi, lagu yang dimainkan sangat ngehits. Sangat popular. Cerminannya bisa dilihat dari kibaran topiknya yang pernah menduduki puncak trending topik nomor satu di Malaysia, Thailand, Singapura, Kamboja, Laos, Vietnam bahkan sampai ke Korea.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku senang lantaran jurus yang dikeluarkan langsung mengena di ‘jantung’ traveller Asia Tenggara dan Asia Pasifik. “Ini sekaligus mengenali ‘musuhmu’, Ingat kata-kata Sun Tzu, Kenali dirimu, kenali musuhmu, maka engkau akan memenangkan persaingan! Atau dalam bahasa marketing, kenali customers mu, kenali rivalmu, maka kamu akan tampil menjadi pemenang,” ungkap Arief.

Arief menjelaskan, musik itu universal. Musik yang hebat di ujung dunia, bisa dengan cepat dan mudah dinikmati oleh orang dari belahan lain. Teknologi membuat selera bermusik semakin mudah diakses dari mana saja, kapan saja, dengan berbagai devices. Datanya pun ada. Contoh riilnya bisa dilihat dari popularitas lagu ‘Tak Tun Tuang’. Saking ngehitnsya, lagu ‘Tak Tun Tuang’ pernah dicover oleh penyanyi-penyanyi papan atas Malaysia, Singapura dan Thailand. Viewernya pun sudah menyentuh angka 23 juta.

“Kebetulan pemusik Indonesia memiliki selera yang jauh lebih maju. Kalau di Indonesia sukses, maka jika dipromosikan di level ASEAN dan Asia Pasifik, sangat mungkin juga bisa sukses,” kata Arief.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana, mengaku makin pede bisa mendulang banyak wisman Thailand usai TITF 2018. “Jadi, misi utamanya adalah menjaring lebih banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia. Lewat musik yang disuka pasar traveller mancanegara, saya yakin peluang mendulang wisman akan jauh lebih besar,” terang Pitana

About Pasha

Check Also

iCampus Indonesia

Kemenpar Tetapkan Top Five Pasar Utama Wisman

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan Tiongkok, Eropa, Australia, Singapura, dan India sebagai lima pasar utama wisatawan …

Leave a Reply