hitcounter
Sunday , February 18 2018
Home / Berita Penerbangan / Lion Air Bekerja Sama dengan Sabre AirCentre
Sabre AirCentre, Lion Air

Lion Air Bekerja Sama dengan Sabre AirCentre

Lion Air telah memutuskan untuk menggunakan sistem teknologi terbaru dari Sabre AirCentre untuk mengatur operasionalnya.

Lion Air telah memilih untuk bekerja sama dengan Sabre AirCentre untuk mengatur seluruh operasional armada dan krunya, dengan tujuan mengoptimalkan performa Lion Air serta untuk efisiensi biaya. Sistem ini akan diterapkan oleh Lion Air dan seluruh anak perusahaannya, termasuk Batik Air, Wings Air, Malindo Air, dan Thai Lion Air.

“Di saat kami melayani rute penerbangan yang padat serta pertumbuhan maskapai di grup Lion Air, layanan dari Sabre AirCentre yang unik sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan kami. Kami juga akan menerima standar kualitas yang tinggi dan solusi individu yang canggih. Dengan adanya kerja sama ini, kami dapat mengukur sekaligus memperbaiki sistem operasional kami, juga melakukan efisiensi biaya di lima maskapai yang kami miliki,” ujar Edward Sirait, CEO Lion Air Group.

Platform dari Sabre AirCentre ini terdiri dari AirCentre Movement Manager yang akan melacak keberadaan pesawat, serta AirCentre Crew Manager yang akan mengatasi penugasan para kru. Ada pula AirCentre Recovery Manager yang akan mengatasi manajemen perusahaan, serta Sabre AirCentre Crew Connection yang akan memberikan komunikasi real-time antara kru dengan pengatur lalu-lintas udara.

“Untuk mengatasi masalah yang muncul akibat semakin tumbuhnya suatu maskapai, kami berinvestasi di penerapan teknologi baru dan menjalin kerja sama strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut sekaligus mengontrol semua kegiatan operasional,” ujar Kamal Qatato, Vice President Sabre Airline Solutions.

“Melalui satu platform, kami akan membantu Lion Air memberikan kualitas serta pelayanan terbaik kepada para konsumen, sekaligus menciptakan efisiensi biaya operasional,” ujar Qatato.

Lion Air telah menciptakan pencapaian positif dan negatif dalam beberapa tahun belakangan. Lion Air mencatatkan rekor pembelian armada Airbus dan Boeing terbanyak, tapi juga menerima kenyataan bahwa memiliki rekam jejak keamanan yang buruk. Pada 2013, satu dari pesawat Lion Air mendarat di laut tepat sebelum Bandara Ngurah Rai Denpasar, dan baru saja pada bulan April ini maskapai Batik Air mengalami tabrakan dengan pesawat lain di Bandara Halim Perdanakusuma.

Saat ini, grup Lion Air mengoperasikan lebih dari 240 armada, dan di tahun mendatang akan menyambut kehadiran armada-armada barunya dengan jumlah sekitar 500 armada.

NAM Air Buka Rute Denpasar-Labuan Bajo

About admin

Check Also

GI Terbang

Garuda Indonesia Buka Rute Makassar-Palembang

Aksesibilitas pariwisata melalui udara semakin terbuka lebar. Kini giliran poros domestik Makassar dan Palembang yang …

Leave a Reply