hitcounter
Wednesday , November 22 2017
Home / Berita Wisata / Kemenpar Gelar Tiga Konser Cross Border di Perbatasan Atambua
IMG-20171009-WA0046

Kemenpar Gelar Tiga Konser Cross Border di Perbatasan Atambua

Terinspirasi sukses Slank, Cokelat dan Jamrud di konser cross border di perbatasan Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) Kementerian Pariwisata tak mau berhenti menarik wisatawan mancanegara (wisman) Timor Leste.

Menggandeng Kefa Music Community (KAMY), konser cross border kembali digelar di tiga pintu masuk di sekitar Atambua, yakni Haumeni Ana (5 Oktober), Napan (7 Oktober), dan Wini (16 Oktober).

Konser ini makin memantapkan Atambua sebagai Kota Konser Cross Border. Baru digelar di dua lokasi saja, sudah mampu 2000an penonton dan ratusan datang dari negeri Timor Leste.

Sekretaris Dinas Pariwisata Timor Tengah Utara (TTU) Yohanes mengatakan, sejak pagi pukul 09.00 WIT, penonton sudah menantikan band rock Brothers Band dan Timor Band yang sudah terkenal di NTT. Mereka datang dari seluruh penjuru desa dan juga dari negara tetangga Timor Leste melalui Pos Lintas Batas Negara di Wini yang ditempuh hanya dalam waktu 30 menit menggunakan kendaran bermotor.

“Apresiasi kami untuk Kementerian Pariwisata yang terus bekerja keras mewujudkan Atambua sebagai kota kinser cross border. Even ini juga sangat berarti secara ekonomi. yang memberikan pendapatan bagi masyarakat sekitar dan menggerakan roda ekonomi bagi warga setempat, sekali lagi terima kasih,” ujar Yohanes.

IMG-20171009-WA0043

“Even ini sukses menghibur masyarakat, ternyata juga bisa mendatangkan wisatawan mancanegara dari Timor Leste,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti

Esthy akan terus mendorong destinasi cross border sebagai market potensial di daerah perbatasan termasuk NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Event berskala internasional terus digenjot dan didukung penuh untuk mendatangkan wisatawan demi target 20 Juta Wisman di tahun 2019 mendatang.

Kepala Bidang Promosi Wisata Buatan Kemenpar Ni Putu G. Gayatri, menambahkan, strategi yang akan dilakukan terkait cross border tourism adalah membuka direct route ke beberapa daerah pariwisata yang banyak diminati. Serta mempermudah regulasi di setiap Pos Lintas Batas Negara, (PLBN). Terlebih di NTT terdapat PLBN yang sangat potensial untuk menggoda wisman Timor Leste untuk datang ke Indonesia.

“Ada 3 pintu masuk yang potensial diarea perbatasan yaitu PLBN Motaain, Motamasin dan Wini, sudah pasti akan banyak wisman masuk, tentu butuh koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.

Gayatri menambahkan, hingga bulan Desember nanti Kementerian memiliki beberapa kegiatan yang akan dilakukan setiap bulan. Hal itu untuk tetap mempertahankan kota Atambua sebagai kota festival. Sudah ada komitnem dari Bupati TTU bahwa Atambua kota festival dan Kemenpar siap memfasilitas membantu keterbatasan daerah.

About Pasha

Check Also

IMG-20171115-WA0012

MICE/Business Event ASEAN Perdana Digelar di Indonesia

Indonesia akan menjadi negara pertama sebagai tuan rumah penyelenggara pameran MICE/Busines Event ASEAN yang akan …

Leave a Reply