hitcounter
Saturday , January 20 2018
Home / Berita Wisata / Kemenpar Apresiasi Karya Pewarta Wisata Indonesia
IMG20171211150026

Kemenpar Apresiasi Karya Pewarta Wisata Indonesia

Memasuki tahun ke 13 Penyelenggaraan Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2017 menggunakan format berbeda. Karya para peserta yang dilombakan tidak diambil dari hasil koleksi monitoring pemberitaan, melainkan dari peserta sendiri yang aktif mengirimkan karyanya dalam bentuk bukti tulisan atau tayangan televisi dalam periode Januari hingga September 2017.

Sebanyak 187 tulisan yang termenjadi beberapa kategori, yakni Media Surat Kabar, Majalah, Media On Line, Blogger dan Televisi diseleksi sesuai tema APWI, “Pesona 10 Destinasi Pariwisata Prioritas sebagai Bali Baru”.

Ke -10 destinasi tersebut adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Kawasan Bromo-Tengger-Semeru (JawaTimur), Mandalika (Lombok/NTB), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara) yang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah ditetapkan sebagai destinasi prioritas dan dikembangkan sebagai ‘Bali Baru’.

Dewan Juri APWI 2017 terdiri dari Elly Hutabarat (Ketua ASEANTA Indonesia/industri), H. Himawan Brahmantyo (Akademisi), Wahyu Indrasto (Majalah Eksekutif/ Media), Muh. Noer Sardono (Kementerian Pariwisata) dan Wahyu Aji (Komunitas) telah memilih 106 karya yang lolos seleksi tersebut kemudian menetapkan lima nominasi pemenang. Para pemenang mendapatkan trophy dan piagam penghargaan dari Menteri Pariwisata serta uang tunai dengan total hadiah Rp200 juta.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, menjelaskan, penyelenggaraan APWI mampu memacu para pewarta pariwisata membuat karya tulisan atau tayangan program televisi yang menginformasi tentang berbagai event atau atraksi, amenitas maupun aksesibilitas yang mendukung daya saing destinasi pariwisata untuk menarik minat kunjungan wisatawan.

“Media sebagai komponen Pentahelix (akademisi, industri, komunitas, pemerintah, dan media) mempunyai peran strategis dalam memajukan kepariwisataan nasional. Kemajuan pariwisata sangat ditentukan oleh peran serta dan dukungan dari semua elemen, terutama peran media dalam menyebarkan informasi kepada wisatawan,” kata Arief di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona,Kementerian Pariwisata (11/12/2017)lalu.

Arief mengungkapkan, tahun depan Kemenpar akan menyiapkan 100 premier event sebagai Calender of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018. “Premier event ini menjadi kekuatan kita untuk mendatangkan 17 juta wisman dan menggerakan 270 juta wisnus sebagai target pariwisata tahun 2018,” ungkap Arief .

About Pasha

Check Also

Agoda

Pariwisata Primadona Baru di Samosir

Energi positif terpancar dalam laporan Penerimaan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Samosir 2017. Capaian pertumbuhannya menunjukkan …

Leave a Reply