hitcounter
Tuesday , October 24 2017
Home / Berita Wisata / ITTA Foundation Kembangkan SDM Pariwisata Berstandar Global
STP-Nusa-Dua-Bali-1900x700_c

ITTA Foundation Kembangkan SDM Pariwisata Berstandar Global

Kolaborasi lima unsur Pentahelix terus dilakukan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Kali ini semangat itu diterapkan ITTA Foundation. Lembaga yang biasa menggelar Indonesia Travel and Tourism Awards ini juga serius memberikan kontribusi di dunia Pariwisata. Khususnya pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara dan 265 juta wisatawan domestik pada 2019.

Benny Nainggolan, President ITTA Foundation mengatakan, perkembangan industri pariwisata menjadi pokok perhatian pemerintah Indonesia, sehingga kebutuhan tenaga kerja professional dalam industri pariwisata sangat dibutuhkan. Dengan adanya misi tersebut, ITTA foundation melakukan kerja sama untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata di Indonesia sehingga bisa menjadikan SDM yang memiliki standar global.

“ITTA Foundation bekerjasama dengan Thames Hospitality Academy yang bermitra dengan CSEMS (Center For Social Entrepreneurship & Management Studies) Singapore dan University Campus Barnley United Kingdom,” ungkap Benny, Kami, 1 Juni 2017 lalu.

Thames Hospitality Academy merupakan sebuah institusi berbasis online yang memungkinkan pelajar Indonesia untuk mengenyam pendidikan pariwisata tanpa harus tatap muka mendapatkan ijazah/sertifikat yang diakui secara Internasional dan juga memberikan jaminan kerja di industri perhotelan, perjalanan, dan pariwisata terkemuka lainnnya.

Lanjut Benny, selama enam tahun terakhir, ITTA Foundation telah menyelenggarakan Indonesia Travel and Tourism Awards dan Bali Tourism Award yang menjadi ajang penghargaan pariwisata bergengsi dan paling diakui di Indonesia. Penghargaan ITTA telah menjangkau seluruh kota besar di Indonesia dan dapat mengenali, memberi penghargaan dan merayakan keberhasilan pencapaian seluruh sektor industri perjalanan dan pariwisata di Indonesia.

“Misi utama ITTA Foundation yaitu memberikan penghargaan terhadap industri pariwisata, untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik. Sehingga dapat menginspirasi industri pariwisata lainnya sesuai dengan tagline ITTA Foundation yaitu Awarding the Best Inspiring the Rest. Tahun ini ITTA Foundation berfokus dalam meningkatkan kontribusi dunia pendidikan pariwisata di Indonesia, ujar Benny.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Ahman Sya mengatakan, program ITTA Foundation seirama dengan program Kemenpar yang terus mencetak SDM pariwisata yang menggunakan standrad global.

“Saat ini, kami menggunakan regional standard yang sering disebut ASEAN MRA, Mutual Recognition Arrangement. Kompetensi selevel ASEAN. Kalau mau bersaing di level global, gunakan global standard juga,” ujar Ahman Sya.

Ahman Sya menambahkan, saat ini dukungan pelaku industri dalam mendukung pertumbuhan industri pariwisata serta mencetak SDM Pariwisata sangatlah penting. Pelaku industri, merupakan satu dari lima pilar penting (pentahelix) dalam pariwisata yakni ABCGM (Academician, Business, Community, Government and Media).

“Program kami saat ini, untuk menyiapkan Konsorsium Dosen Vokasi Pariwisata, yang tugasnya menginventarisir orang di industri untuk disetarakan S-2 atau level 8 kompetensiya. Hasilnya diserahkan ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk disahkan. Sedangkan untuk tim konsorsium ini terdiri atas unsur Pentahelix ABGCM, sehingga sangat bersinergi,” ujar Ahman.

About Pasha

Check Also

IMG-20171011-WA0012

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi Pikat Ribuan Wisatawan

Festival Gandrung Sewu (FGS) yang berlangsung di pinggir Pantai Boom, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) …

Leave a Reply