hitcounter
Thursday , August 24 2017
Sriboga Raya -- Photo 2

Grup Sriboga Raturaya Berbagi Kasih dengan 225 Anak Berkebutuhan Khusus

Sebagai bagian dalam melanjutkan tradisi yang telah dibangun sejak tahun 2015 lalu, Grup Sriboga Raturaya kembali menggelar ajang interaktif berbuka puasa bersama anak-anak berkebutuhan khusus/disabilitas yang bertempat di Swissbell Hotel & Residences, Kalibata, Jakarta.

Dengan mengusung tema ‘Senyum Ceria Ramadhan’, Grup Sriboga Raturaya mengajak sekitar 225 anak berkebutuhan khusus/disabilitas yang berasal dari tujuh lembaga dan komunitas yang menaungi dan menangani anak-anak disabilitas yaitu empat Sekolah Luar Biasa (SLB): SLB A Pembina, SLB B Sana Dharma, SLB BC Mardi Asih dan SLB Sumber Budi; dua yayasan yaitu Yayasan Sayap Ibu (YSI) dan Yayasan Pelita Indonesia serta satu komunitas yaitu Komunitas Fency. Serta dengan jenis disabilitas yang juga bervariasi mulai dari tuna rungu, tuna wicara, tuna netra, tuna daksa hingga tuna grahita (down syndrome, hydrosephalus).

Edni Aswita Basri, Direktur SDM & Komunikasi PT. Sriboga Raturaya, mengatakan, membahagiakan anak-anak berkebutuhan khusus terutama di momen Ramadan memang menjadi fokus serius Grup Sriboga Raturaya dalam menjalankan salah satu program CSR yang sedikit berbeda. Anak disabilitas dinilai membutuhkan kasih sayang lebih dari berbagai pihak terlebih di bulan suci Ramadan yang menjadi momentum yang tepat untuk berbagi kasih dan kebahagiaan dengan sesama.

“Berbagi bersama adalah merupakan moto kami dalam menjalankan program CSR terutama di bulan suci Ramadan yang suci, yang juga merupakan bulan penuh kebaikan. Kami tergugah kembali untuk mengajak anak disabilitas untuk bercengkrama dengan keluarga besar kami di momen bulan suci Ramadan ini. Melihat keceriaan dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka, meskipun hanya sebentar, sungguh membuat hati tentram dan kami pun bersyukur dapat berkontribusi untuk sedikit membahagiakan serta berinteraksi langsung dengan mereka”, ujar Edni.

Edni mengungkapkan, pihaknya menyadari bahwa anak-anak berkebutuhan khusus tentunya membutuhkan perhatian yang lebih dari orang-orang di sekeliling mereka. Dengan dukungan positif terpadu baik dari keluarga inti maupun masyarakat sekitar, maka bukan tak mungkin dapat menumbuhkan rasa aman dan percaya diri bagi anak-anak disabilitas tersebut untuk melangkah di kehidupan nyata, sekaligus membentuk mereka menjadi pribadi yang mandiri dan mampu berinteraksi dengan kehidupan sosial.

“Pada ajang ‘Senyum Ceria Ramadhan’, seluruh anak disabilitas dapat bertemu dengan sesama temannya dari beberapa lembaga, yayasan dan komunitas, sehingga diharapkan pertemuan singkat tersebut dapat memberikan dukungan moril serta meningkatkan semangat untuk melanjutkan hidup karena selalu banyak cinta dan kasih yang tercurah dari orang-orang sekitar termasuk dari Grup Sriboga Raturaya,” ujarnya.

Lanny Tjong, CSR Manager Sriboga Food Group menambahkan, pihaknya gembira dapat merangkul semakin banyak anak untuk berkumpul, bersuka ria dan bermain bersama. Ajang seperti ini tentunya jarang menghampiri anak disabilitas sehingga di wadah ini mereka dapat bertemu dengan sesama temannya yang memiliki keterbatasan yang sama atau bahkan lebih buruk dari mereka, yang dapat membangun rasa kebersamaan dan solidaritas.

“Selain itu bagi para orang tua atau pendamping juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi cerita antar mereka yang diharapkan dapat menambah wawasan mereka untuk masalah keterbatasan yang dimiliki oleh anak tercinta atau anak bimbingannya,” katanya.

Pada ajang ini berbagai wahana permainan khusus yang telah disiapkan dan dapat dimanfaatkan oleh anak disabilitas untuk bermain dan mengisi waktu ‘ngabuburit’ dengan mencoba berbagai permainan yang seru dan mengasyikan, seperti Can Toss (melempar bola untuk menjatuhkan kaleng), Ring Toss (melempar gelang menuju target yang sudah disiapkan), Sombrero Toss (melemparkan topi sombrero ke dalam tiang tepat diatas kepala tiap karakter yang ada di gambar untuk dijadikan pemenang), Horse Shoe (melemparkan sepatu kuda menuju target yang sudah ditentukan), Tembak Burung/Angry Bird (terinspirasi dari Angry Bird games, merupakan modifikasi untuk menambah kemeriahan acara karnaval), Duo Basketball (melempar bola basket ke dalam keranjang), Mini Golf Lurus (bermain mini golf), Penalty Zone (memasukkan bola dengan cara di tendang ke lubang target yang sudah ditentukan), Istana Bola (bermain di istana bola) dan Face Painting (melukis wajah).

Lanny menjelaskan, tidak sekedar bermain saja, wahana permainan yang dikemas dengan konsep terapi sambil bermain ini, anak disabilitas akan dirangsang dan dilatih motorik mereka dengan permainan-permainan yang tepat. “Permainan yang diberikan ini secara garis besar juga dapat membantu motorik serta daya saing dari masing-masing peserta, agar terpacu untuk menjadi juara dalam sebuah permainan”, terang Lanny.

About Pasha

Check Also

IMG_9084

Barbershop Berkonsep Artspace Pertama di Indonesia

Rambut merupakan mahkota, untuk itu setiap orang akan sangat total dalam menata gaya rambut. Melihat …

Leave a Reply