hitcounter
Saturday , November 18 2017
Home / Event Wisata / Dieng Culture Festival 2016 Berdampak Ekonomi Langsung
Dieng Culture Festival 2016

Dieng Culture Festival 2016 Berdampak Ekonomi Langsung

Perhelatan Dieng Culture Festival 2016 memberi dampak positif bagi perekonomian Banjarnegara dan Wonosobo. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 5 hingga 7 Agustus 2016 tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 100.000 wisatawan. Dampak ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp45 miliar. Para wisatawan tersebut rela antre untuk melihat sajian utama Dieng Culture Festival, yakni pemotongan rambut gimbal anak asli Dieng.

“Saya belum pernah lihat antusias sebesar ini. Sejak H-1 saja, wisatawan mancanegara yang membeli paket khusus Dieng Culture Festival 2016 sudah mencapai 100 orang dari total 3.500 paket khusus. Mayoritas turis berasal dari Singapura, Malaysia, Jepang, Australia, dan beberapa negara Eropa. Hingga pelaksanaan hari terakhir, paket yang disediakan habis terjual,” ujar Hari Untoro Drajat, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural.

Hari menambahkan, estimasinya ada belasan miliar rupiah uang yang berputar selama acara berlangsung. Selain paket yang laris manis, penginapan di sekitar Dieng juga habis dipesan wisatawan.

“Ada 90.000 hingga 100.000 wisatawan yang datang ke Dieng Culture Festival 2016. Kalau satu orang mengeluarkan Rp500.000 saja, perputaran uangnya bisa puluhan miliar rupiah, yaitu sekitar Rp45 miliar,” ujar Hari. Hari menambahkan, angka Rp500.000 itu angka yang sangat konservatif dalam bisnis pariwisata, karena saat ini perhitungan wisatawan nusantara itu sekitar Rp850.000.

Dari 235 tempat berjualan yang ada di Dieng Culture Festival 2016 selalu penuh dan habis, mulai dari penjual minuman, makanan, hingga suvenir. “Maklum, Dieng ‘kan dingin, orang mudah lapar, dan makan apa saja asal hangat itu enak sekali,” kata Hari.

Dwi Suryanto, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, mengatakan, perputaran uang yang terjadi bahkan bisa lebih dari Rp45 miliar. “Hal itu dapat dilihat dari pencapaian tahun lalu dengan jumlah pengunjung sekitar 60.000 orang perputaran uangnya hampir menembus Rp45 miliar. Sekarang lebih dahsyat lagi. Saya kira bisa lebih dari Rp45 miliar, bahkan dua kalinya,” ujar Dwi.

Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI, mengatakan, setiap event berskala internasional itu memiliki dua dampak positif untuk pariwisata nasional, yaitu dampak langsung dan dampak tidak langsung. Dampak langsung dari perhelatan wisata adalah uang yang diterima masyarakat dari para wisatawan yang mengeluarkan uangnya untuk membayar makanan dan minuman, akomodasi, transportasi, pemandu wisata, dan sebagainya. Sementara itu, dampak tidak langsungnya berupa potential repeaters dan media value.

“Akan ada banyak media di seluruh dunia yang meliput dan melaporkan kesuksesan acara itu, dan hal tersebut menjadi bahan promosi yang kuat. Media value ini bisa dihitung angkanya, dan biasanya nilainya lebih besar,” kata Arief.

Kegiatan seperti festival, sport event, meeting, incentive, conference, dan exhibition adalah bagian dari kegiatan buatan manusia (man made), yaitu atraksi yang sengaja dibuat agar orang datang dan berwisata. “Kontribusi kegiatan man made itu sebesar 5 persen, sisanya alam sebesar 35 persen, dan budaya sebesar 60 persen. Meskipun hanya 5 persen, tapi itu penting karena ada actions yang kelihatan dan nyata,” ujar Arief Yahya.

Lamongan Beach Run Promosikan Pariwisata Lamongan

About admin

Check Also

AdAsia 2017 Bali -- Photo 2

Indonesia Tuan Rumah AdAsia 2017

Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) akan menggelar AdAsia, kongres periklanan terbesar di Asia. Perhelatan akbar …

Leave a Reply